Fakta Baru: Cucu Mpok Nori Keguguran 3 Kali Diduga Dipaksa Pelaku

Beritarelevan.com - Kasus Pembunuhan Tragis Yang Menimpa Cucu Dari Seniman Legendaris Betawi, Mpok Nori, Yaitu Dwintha Anggary, Kini Mengungkap Fakta Baru Yang

Fakta Baru: Cucu Mpok Nori Keguguran 3 Kali Diduga Dipaksa Pelaku

Beritarelevan.com - Kasus Pembunuhan Tragis Yang Menimpa Cucu Dari Seniman Legendaris Betawi, Mpok Nori, Yaitu Dwintha Anggary, Kini Mengungkap Fakta Baru Yang Semakin Membuat Pilu. Sang Adik, Dana Safiah, Membenarkan Adanya Dugaan Perlakuan Kekerasan Dari Suami Siri Korban Yang Juga Merupakan Pelaku Pembunuhan.

Fakta Ini Diungkap Oleh Dana Setelah Ia Dan Keluarganya Menjalani Pemeriksaan Selama 12 Jam Di Polda Metro Jaya Pada Selasa (24/03/2026). Seperti Diketahui, Dwintha Anggary Ditemukan Meninggal Dengan Luka Sayatan Di Leher Di Kontrakannya Di Jakarta Timur Pada 21 Maret 2026. Pelakunya Adalah Suami Sirinya, Seorang Wn Irak Bernama Fuad.

1. Konfirmasi Dari Keluarga

Saat Ditanya Oleh Awak Media Mengenai Dugaan Pemaksaan Pengguguran Kandungan Yang Dialami Kakaknya, Dana Memberikan Jawaban Yang Membenarkan. Ia Menyebut Bahwa Kakaknya Memang Pernah Mengalami Keguguran Sebanyak Tiga Kali.

"eh, Anaknya... Iya. Kalau Itu Eh Benar Adanya," Ujar Dana Safiah Saat Ditemui Di Usai Pemeriksaan Di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (24/03).

2. Ada Indikasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Meskipun Tidak Merinci Lebih Jauh, Pernyataan Ini Seolah Menguatkan Dugaan Bahwa Korban Telah Lama Mengalami Kekerasan Dari Pelaku, Bahkan Sebelum Peristiwa Pembunuhan Terjadi.

"eh Kalau Keguguran, Eh Iya, Benar. Terus Kalau Misalkan Selanjutnya Nanti Tinggal Perkembangannya Dilihatin Aja," Sambungnya.

Selain Soal Keguguran, Dana Juga Membenarkan Adanya Indikasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (kdrt) Yang Dialami Oleh Sang Kakak Selama Ini.

"kalau Kdrt... Bisa Dibilang Iya, Tapi Untuk Selanjutnya Nanti Kita Lihat Perkembangannya Aja," Tuturnya.

3. Berharap Proses Hukum Berjalan Adil

Kini, Pihak Keluarga Hanya Bisa Berharap Agar Proses Hukum Berjalan Dengan Adil. Mereka Meminta Dukungan Doa Dari Masyarakat Dan Berharap Agar Pelaku Bisa Mendapatkan Hukuman Yang Setimpal Atas Perbuatannya.

"yang Penting Tolong Dibantu Terus Aja, Eh Biar Perkembangan Ini Makin Berlanjut Terus, Biar Pelaku Juga Dihukum Seadil-adilnya, Gitu Aja," Pungkasnya