Indonesia Luncurkan “Nusantara AI Stack”: Platform Open-Source Lokal untuk Dorong Kemandirian AI

Pemerintah Indonesia meluncurkan “Nusantara AI Stack”, platform open-source nasional yang mencakup model bahasa besar lokal “Borobudur-7B” yang mendukung bahasa Indonesia dan daerah. Dirancang untuk berjalan di perangkat lokal dan kompatibel dengan Ollama, inisiatif ini bertujuan mendorong kemandirian AI, mendukung UMKM, dan memastikan teknologi memahami konteks budaya Indonesia.

Indonesia Luncurkan “Nusantara AI Stack”: Platform Open-Source Lokal untuk Dorong Kemandirian AI
Perkuat Kedaulatan Digital, Indosat Ooredoo Hutchison-GoTo Luncurkan Sahabat-AI

JAKARTA — Dalam langkah bersejarah menuju kemandirian teknologi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kominfo bersama BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) resmi meluncurkan “Nusantara AI Stack” pada Jumat, 9 Januari 2026. Ini adalah platform open-source pertama di Asia Tenggara yang menyediakan rangkaian lengkap alat pengembangan kecerdasan buatan (AI) — mulai dari model bahasa besar (LLM) berbasis lokal, dataset bahasa daerah, hingga infrastruktur pelatihan berbasis cloud dalam negeri.

Yang menjadi sorotan utama adalah “Borobudur-7B”, model bahasa besar pertama buatan Indonesia yang dilatih khusus pada korpus teks dalam bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, dan Minang. Model ini mampu memahami konteks budaya lokal, istilah daerah, serta nuansa percakapan sehari-hari yang sering gagal dipahami model global seperti Llama atau GPT.

“Selama ini, AI global melihat Indonesia hanya lewat lensa terjemahan. Padahal, makna ‘gotong royong’, ‘malu’, atau ‘jaim’ tidak bisa diterjemahkan secara harfiah,” ujar Dr. Lina Wijaya, Kepala Pusat AI Nasional BRIN. “Borobudur-7B lahir dari kebutuhan agar teknologi benar-benar memahami jiwa bangsa.”

Platform Nusantara AI Stack juga menyediakan:

  • Dataset terbuka dari arsip nasional, media lokal, dan transkrip wawancara masyarakat adat,
  • Toolkit fine-tuning yang kompatibel dengan Ollama dan LM Studio,
  • Cloud AI Lokal berbasis data center di Batam dan Surabaya, bebas sensor asing,
  • Dan integrasi langsung dengan UMKM digital via API sederhana (misal: chatbot penjual batik otomatis).

Respons developer sangat antusias. Dalam 48 jam sejak peluncuran, lebih dari 12.000 developer Indonesia telah mengunduh model Borobudur-7B melalui repositori GitHub resmi, dan puluhan startup edukasi, kesehatan, dan pertanian mulai mengujicobanya.

BACA JUGA: Nvidia dan Intel: Kesepakatan Raksasa $5 Miliar yang Mengubah Industri

Yang menarik, proyek ini tidak bergantung pada chip NVIDIA impor. Borobudur-7B dioptimalkan untuk berjalan efisien di perangkat dengan GPU mid-range, bahkan bisa di-run secara lokal menggunakan Ollama di laptop biasa — sesuai visi “AI untuk semua”.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Pakar dari UI mengingatkan pentingnya regulasi etika AI dan perlindungan data pelatihan. “Kemandirian teknologi harus sejalan dengan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Dengan Nusantara AI Stack, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen AI global, tapi mulai menulis narasinya sendiri — dalam bahasa ibu, dengan logika lokal, dan untuk kepentingan rakyat.