Aplikasi 'Cek Jodoh Pakai NIK' Mendadak Viral — Kemenkominfo Angkat Bicara soal Privasi Data
Aplikasi “Cek Jodoh Pakai NIK” viral di awal 2026, menjanjikan prediksi jodoh berdasarkan data kependudukan. Meski populer, Kemenkominfo dan pakar siber memperingatkan risiko kebocoran data pribadi. Fenomena ini memicu diskusi nasional tentang literasi digital dan pentingnya melindungi informasi sensitif seperti NIK.
Awal tahun 2026, warganet Indonesia dikejutkan oleh kemunculan sebuah aplikasi web sederhana bernama “CekJodoh.ID” yang menjanjikan pengguna bisa mengetahui “keserasian jodoh” hanya dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sendiri dan calon pasangan. Dalam hitungan hari, aplikasi ini menyebar luas lewat WhatsApp, Instagram Story, dan TikTok—dengan klaim “akurasi 90% berdasarkan data kependudukan”.
Tampilannya minimalis: dua kolom input NIK, tombol “Cek Sekarang”, lalu hasil muncul dalam bentuk grafik warna-warni lengkap dengan persentase kecocokan, tanggal pernikahan “ideal”, hingga rekomendasi nama anak. Banyak remaja dan pasangan muda langsung mencobanya, lalu membagikan hasilnya sebagai konten lucu atau romantis.
Namun, viralnya aplikasi ini langsung memicu alarm dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Melalui siaran pers resmi pada 8 Januari 2026, pihak Kemenkominfo menyatakan bahwa tidak ada izin resmi yang diberikan kepada platform tersebut untuk mengakses database kependudukan nasional. “NIK adalah data pribadi sensitif. Memasukkannya ke situs tidak resmi berpotensi besar disalahgunakan untuk pencurian identitas atau penipuan,” tegas juru bicara Kemenkominfo.
Pakar keamanan siber dari ITB juga mengonfirmasi: meski aplikasi itu mengklaim “tidak menyimpan data”, kode sumbernya (yang bocor di forum developer) menunjukkan adanya pengiriman NIK ke server pihak ketiga tanpa enkripsi memadai. Bahkan, beberapa pengguna melaporkan setelah memasukkan NIK, mereka mulai menerima SMS promosi pinjaman online ilegal.
Ironisnya, justru peringatan dari Kemenkominfo membuat aplikasi ini semakin viral—efek Streisand bekerja keras. Tagar #CekJodohPakaiNIK sempat menjadi trending nomor satu di Twitter, dengan campuran candaan, kekhawatiran, dan konten edukasi digital.
Yang menarik, fenomena ini membuka diskusi luas tentang literasi digital di Indonesia. Banyak netizen menyadari betapa mudahnya orang tergoda oleh hal “gratis” dan “mistis”, meski berisiko tinggi. Sementara itu, Kominfo mengimbau masyarakat untuk selalu verifikasi keabsahan layanan digital melalui situs resmi aduankonten.id.
Sampai artikel ini ditulis, domain CekJodoh.ID telah diblokir, tapi versi kloningnya terus bermunculan—bukti bahwa tren viral di era digital tak hanya soal hiburan, tapi juga ujian kesadaran privasi.