Lagi Viral! Challenge 'Nasi Padang Gratis' Bikin Heboh Medsos, Netizen: Kreatif atau Cuma Cari Sensasi?

Challenge "Nasi Padang Gratis" sedang viral di media sosial Indonesia, di mana pelaku UMKM memberikan makanan gratis dengan syarat emosional atau kreatif. Tren ini menuai pujian sebagai gerakan sosial positif, tapi juga dikritik sebagai strategi pencitraan. Meski demikian, tren ini berhasil memperkuat koneksi sosial dan mempromosikan kuliner lokal secara organik.

Lagi Viral! Challenge 'Nasi Padang Gratis' Bikin Heboh Medsos, Netizen: Kreatif atau Cuma Cari Sensasi?
GOKIL !! 2,5 KG NASI PADANG CHALLENGE

Belakangan ini, media sososial Tanah Air dihebohkan oleh sebuah tren baru yang menyebar cepat di TikTok dan Instagram Reels: Challenge "Nasi Padang Gratis". Awalnya dimulai dari seorang konten kreator asal Padang yang memberikan nasi padang gratis kepada pengendara motor yang berhenti di depan warungnya—dengan syarat mereka harus menyebutkan satu hal baik yang terjadi dalam hidup mereka hari itu.

Video tersebut langsung meledak, ditonton lebih dari 10 juta kali dalam 48 jam, dan memicu gelombang konten serupa di berbagai daerah. Dari warung soto di Jawa hingga penjual bakso di Bali, banyak pelaku UMKM ikut mengadopsi konsep serupa dengan sentuhan lokal masing-masing. Ada yang memberi es teh gratis jika pelanggan bisa menebak harga menu, ada pula yang memberikan diskon jika pelanggan membaca puisi pendek.

Namun, tren ini juga menuai pro dan kontra. Sebagian netizen memuji inisiatif ini sebagai bentuk kebaikan sosial yang menyegarkan di tengah hiruk-pikuk konten negatif. “Ini bukti bahwa viral nggak harus norak—bisa bawa dampak positif,” tulis salah satu komentar populer.

Di sisi lain, kritik juga bermunculan. Beberapa warganet menuding challenge ini hanya strategi pemasaran terselubung. “Dulu bagi-bagi sembako, sekarang nasi padang gratis—semua jadi konten. Mana niat tulusnya?” ujar seorang pengguna Twitter.

Yang menarik, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) justru merespons positif tren ini. Mereka menyebut gerakan ini sebagai bagian dari “ekonomi kebahagiaan” yang bisa memperkuat branding kuliner lokal sekaligus membangun ikatan sosial.

Hingga kini, tagar #NasiPadangGratis masih bertengger di daftar trending Twitter Indonesia, dengan ribuan unggahan harian. Yang pasti, tren ini membuktikan satu hal: di Indonesia, makanan bukan cuma soal perut—tapi juga soal rasa, cerita, dan kebersamaan.