Tegar di Pusara Ibu, Anji Manji Ceritakan Momen Terakhir Sang Bunda
Beritarelevan.com - Suasana Duka Menyelimuti Keluarga Besar Musisi Anji Manji. Usai Dishalatkan Di Masjid Dekat Rumah Duka, Jenazah Ibunda Anji Manji, Siti Sun
Beritarelevan.com - Suasana Duka Menyelimuti Keluarga Besar Musisi Anji Manji. Usai Dishalatkan Di Masjid Dekat Rumah Duka, Jenazah Ibunda Anji Manji, Siti Sundari, Langsung Dibawa Menuju Tempat Peristirahatan Terakhirnya.
Prosesi Pemakaman Dilangsungkan Di Tpu Mangun Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Pada Jumat Pagi (27/3/2026). Jenazah Siti Sundari Tiba Di Lokasi Pemakaman Sekitar Pukul 09.00 Wib Dengan Iringan Keluarga Dan Kerabat Dekat.
1. Mantan Istri Datang Melayat
Sejumlah Pelayat Tampak Hadir Untuk Memberikan Penghormatan Terakhir Kepada Almarhumah. Di Antara Kerumunan Pelayat, Terlihat Beberapa Rekan Artis Dan Sahabat Anji, Seperti Putra Siregar, Ade Govinda, Angga Candra, Hingga Nanda Persada.
Selain Itu, Mantan Istri Anji, Wina Natalia, Juga Hadir Bersama Dua Anak Mereka Untuk Menyaksikan Langsung Prosesi Pemakaman Sang Nenek.
2. Prosesi Pemakaman Penuh Haru
Prosesi Pemakaman Berlangsung Dengan Penuh Haru. Anji Sendiri Tampak Berusaha Tegar Saat Menyaksikan Perlahan Jenazah Ibundanya Dimasukkan Ke Liang Lahat. Ia Terlihat Terus Memberikan Dukungan Dan Kekuatan Kepada Kakaknya Yang Turun Langsung Ke Dalam Liang Lahat.
Setelah Petugas Makam Menyelesaikan Tugasnya Menutup Pusara Dengan Tanah, Pihak Keluarga Kemudian Melakukan Prosesi Tabur Bunga Di Atas Makam. Seluruh Rangkaian Pemakaman Ini Ditutup Dengan Pembacaan Doa Bersama.
3. Kondisi Sebelum Meninggal Dunia
Usai Prosesi Pemakaman Selesai, Anji Menyempatkan Diri Untuk Berbicara Kepada Media Mengenai Kondisi Kesehatan Sang Ibunda Sebelum Meninggal Dunia. Ia Menjelaskan Bahwa Ibundanya Memang Sempat Menjalani Pengobatan Karena Beberapa Kondisi Medis, Namun Kondisinya Sempat Terlihat Sangat Membaik Setelah Momen Lebaran.
"sebenarnya Mama Memang Punya Penyakit Jantung Sama (gejala) Stroke Dalam Pengobatan. Tapi Sejak Ramadan, Terutama Setelah Lebaran, Mama Terlihat Sehat Karena Beliau Ketemu Sama Kakaknya, Adik-adiknya, Keponakannya, Sepupunya, Banyaklah, Ramai Gitu," Ujar Anji Saat Ditemui Di Tpu Mangun Jaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (27/3/2026).
4. Momen Terakhir Kumpul Keluarga
Anji Mengenang Momen-momen Terakhir Saat Sang Ibu Tampak Begitu Bahagia Bisa Berkumpul Dengan Keluarga Besar. Pertemuan Keluarga Dalam Acara Halal Bihalal Menjadi Kenangan Indah Yang Tak Terlupakan Bagi Keluarga Sebelum Siti Sundari Berpulang.
"pas Setelah Lebaran Itu Kan Kita Ada Halal Bihalal Keluarga Dari Trah Pamitran, Keturunannya Mama. Mama Anak Kelima Dari Lima Orang Bersaudara. Seluruh Keluarganya Ada, Jadi Menyenangkan Sekali Saat Itu. Dan Mama Saat Itu Gembira Saja Pokoknya, Enggak Ada Keluhan," Lanjut Anji.
5. Tak Ada Tanda Sakit Parah
Bahkan, Sehari Sebelum Meninggal Dunia, Siti Sundari Masih Melakukan Aktivitas Biasa Dan Berkomunikasi Dengan Orang-orang Terdekatnya Tanpa Menunjukkan Tanda-tanda Sakit Yang Parah. Komunikasi Terakhir Anji Dengan Sang Ibu Pun Dilakukan Melalui Pesan Singkat.
"kemarin Juga Enggak Ada Keluhan. Pamitnya Sama Saya Juga Cuma Mau Tidur, Di Whatsapp. Dan Hari Sebelumnya Juga Mama Dari Rumah, Habis Ketemu Ada Sepupu Saya Juga Main Ke Rumah, Ngobrol Sama Mama, Ketawa-ketawa, Telepon-teleponan Sama Sahabat-sahabat Saya. Enggak Ada Masalah," Ungkapnya.
6. Ibunda Tak Bangun Dari Tidur
Namun, Takdir Berkata Lain. Pada Pagi Hari, Anji Mendapatkan Kabar Mengejutkan Bahwa Ibundanya Tidak Kunjung Bangun Dari Tidurnya. Ia Pun Segera Bergegas Menuju Rumah Ibunya Yang Lokasinya Tidak Jauh Dari Kediamannya Untuk Memastikan Kondisi Sang Bunda.
"besoknya Juga Enggak Ada Masalah, Ngobrol Sama Abang Saya Sampai Jam 11 Malam. Terus Jam 11 Sampai Jam 3 Pagi Ngobrol Sama Asisten Saya. Terus Chat Saya Bilang Mau Tidur. Terus Tiba-tiba Jam 7.20 Saya Dikabarin Bahwa Mama Enggak Mau Bangun," Kata Anji.
7. Detik-detik Meninggalnya Sang Ibu
Anji Sempat Berusaha Menyadarkan Sang Ibu, Namun Denyut Jantung Siti Sundari Perlahan Menghilang Tepat Saat Ia Berada Di Sisi Sang Bunda.
"saya Langsung Lari Karena Alhamdulillah Rumahnya Dekat Banget. Saya Tepuk-tepuk, 'mah, Mah, Mah, Bangun Mah'. Terus Ngorok, Terus Kayaknya Sudah Hilang Di Situ. Karena Sebelumnya Saya Masih Ngerasain Ada Denyut Jantungnya Lemah, Tapi Setelah Itu Pas Banget Lagi Saya Pegang," Pungkasnya.