Paspampres Jualan Lumpia Basah di Bandung, Jadi Sensasi di Kalangan Artis

Seorang mantan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Edo Prasetyo, 38, yang pernah bertugas mengawal presiden selama hampir satu dekade, kini dikenal sebagai penjual lumpia basah di kawasan Dago, Bandung.

Paspampres Jualan Lumpia Basah di Bandung, Jadi Sensasi di Kalangan Artis

Bandung, 2026 — Nama “Lumpia Basah Pak Edo” mendadak viral di media sosial, bukan hanya karena rasanya yang autentik, tetapi karena penjualnya: seorang mantan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Edo Prasetyo, 38, yang pernah bertugas mengawal presiden selama hampir satu dekade, kini dikenal sebagai penjual lumpia basah di kawasan Dago, Bandung—dan dagangannya justru jadi incaran selebriti, pejabat, hingga influencer nasional.

Dari Mengawal Presiden ke Menggulung Lumpia

Edo mengakhiri masa dinasnya di Paspampres pada akhir 2024. Alih-alih memilih jalan aman lewat jabatan pemerintahan atau konsultan keamanan, ia memutuskan membuka usaha kuliner kecil-kecilan bersama sang istri, yang merupakan asli Semarang—kota asal lumpia legendaris.

“Saya ingin sesuatu yang jauh dari tekanan, tapi tetap bermakna. Lumpia ini resep warisan mertua, dibuat dengan bahan segar tiap pagi, dan prosesnya manual,” ujar Edo sambil melayani pelanggan di gerobak sederhananya yang kini selalu dipenuhi antrean.

Yang membuat “Lumpia Basah Pak Edo” istimewa bukan hanya isian rebung, ayam suwir, dan udangnya yang melimpah, tapi juga sentuhan disiplin militer dalam pelayanan: pesanan diproses dalam waktu kurang dari 3 menit, gerobak selalu higienis, dan setiap bungkus dikemas rapi—seperti misi operasi khusus.

Viral Berkat Artis dan Netizen

Segalanya berubah ketika penyanyi ternama Raisa mengunggah story Instagram-nya sedang menikmati lumpia basah di gerobak Edo. “Gak nyangka mantan Paspampres jualan lumpia—rasanya bikin nagih! Disiplin banget pelayanannya, kayak lagi di upacara kenegaraan,” tulisnya.

Postingan itu langsung meledak. Dalam seminggu, gerobak Edo didatangi artis seperti Ariel Noah, Dian Sastrowardoyo, hingga YouTuber Raffi Ahmad. Bahkan, Gubernur Jawa Barat sempat menyambangi lokasi untuk memberikan dukungan UMKM.

“Awalnya malu-malu, tapi sekarang saya bangga. Ini cara saya tetap mengabdi—bukan dengan senjata, tapi dengan makanan yang membahagiakan orang,” kata Edo sambil tersenyum.

Dukungan dari Komunitas dan Institusi Militer

Kisah Edo juga mendapat apresiasi dari institusi TNI dan veteran. Mabes TNI bahkan mengundangnya untuk berbagi cerita dalam seminar kewirausahaan bagi prajurit yang akan pensiun. “Transisi dari militer ke sipil itu menantang. Tapi Pak Edo jadi contoh nyata bahwa nilai disiplin, tanggung jawab, dan integritas tetap relevan di dunia usaha,” ujar Kepala Biro Humas TNI.

Kini, Edo tidak hanya menjual lumpia—ia juga membina mantan prajurit dan keluarga TNI yang ingin memulai usaha kuliner. Ia menyediakan pelatihan gratis soal manajemen UMKM, branding, hingga penggunaan media sosial.

“Lumpia Basah” yang Menginspirasi

Di balik kesederhanaan gerobak kayunya, Edo membawa pesan kuat: pensiun bukan akhir, tapi awal dari bentuk pengabdian yang baru. Dan siapa sangka, gulungan lumpia basah yang hangat bisa menjadi jembatan antara dunia elite keamanan dan keriuhan kuliner jalanan—sekaligus membuktikan bahwa kehebatan sejati tak diukur dari jabatan, tapi dari kontribusi nyata.

Bagi warga Bandung dan para selebriti yang rela antre satu jam demi satu porsi, “Lumpia Basah Pak Edo” bukan sekadar camilan—tapi simbol kerendahan hati, kerja keras, dan kebanggaan atas transisi hidup yang bermartabat.